Blog ini merupakan Media online Matpel Ekonomi SMAN 4 Cilegon * ©2016

Selasa, 04 Desember 2012

Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdangangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional.


Tujuan kebijakan perdagangan internasional adalah :
  1. Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negative dari situasi perdagangan internasional yang tidak baik.
  2. Melindungi kepentingan industry di dalam negeri.
  3. Melindungi lapangan kerja.
  4. Menjaga keseimbangan BOP.
  5. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
  6. Menjaga stabilitas nilai tukar.
Macam-macam kebijakan perdagangan internasional yang biasa dilakukan pemerintah:

1. Tarif atau Bea Masuk

Pemerintah menetapkan kebijakan bahwa setiap barang yang diimpor harus membayar pajak, yang dikenal sebagai tarif atau bea masuk.

Tujuan penerapan tarif atau bea masuk adalah sebagai berikut :
Menghambat mpor barang-barang/ jasa luar negeri.
Melindungi barang / jasa produksi dalam negeri.
Pajak atau bea masuk akan menambah harga jual suatu barang/ jasa impor, sehingga diharapkan harga barang produksi dalam negeri akan lebih murah dari harga barang produksi luar negeri  yang diimpor tersebut. Hal ini dapat melindungi barang/ jasa produksi dalam negeri karena lebih murah dan lebih bisa bersaing untuk memperebutkan pelanggan.
Menambah pendapatan pemerintah dari pajak.

2. Kuota

Adalah suatu kebijaksanaan untuk membatasi jumlah maksimum yang dapat diimpor suatu negara.
Berfungsi untuk:
  1. Naiknya harga barang impor dalam negeri
  2. Mempertinggi daya saing produksi dalam negeri di pasar dalam negeri
  3. Produksi dalam negeri meningkat

3. Larangan ekspor

Melarang ekspor ke luar negeri untuk jenis barang tertentu.

4. Larangan impor

Larangan produksi luar negeri masuk ke dalam suatu negeri
Berfungsi untuk:
  1. Melindungi perusahan dalam negeri dari kebangkrutan
  2. Menghindari/mengurai defisit neraca pembayaran

5. Subsidi

Agar produksi di dalam negeri dapat ditingkatkan maka pemerintah memberikan subsidi kepada produsen dalam negeri. Subsidi yang diberikan dapat berupa mesin-mesin, peralatan, tenaga ahli, keringanan pajak, fasilitas kredit, dll.
Berfungsi untuk:
  1. Harga produksi dalam negeri menjadi murah
  2. Mempertinggi daya saing produksi dalam negri di pasar dalam negeri

6. Politik dumping

Dumping adalah salah satu kebijakan perdangan internasional dengan cara menjual suatu komoditi di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang dijual di dalam negeri. Namun pelaksanaan politik dumping dalam praktik perdagangan internasional dianggap sebagai tindakan yang  tidak terpuji (unfair trade) karena dapat merugikan orang lain.

7. Premi

Pengertian premi adalah “bonus” yang berbentuk sejumlah uang yang disediakan pemerintah untuk para produsen yang berprestasi atau mencapai target produksi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Akibatnya:
Produksi dalam negri dapat bersaing di luar negri.

8. Politik pasar bebas

Pemerintah memberi kebebasan ekspor dan impor
Akibat:
  1. Mutu barang tinggi
  2. Harga relatif murah


facebook
0 blogger

0 komentar:

Posting Komentar