Blog ini merupakan Media online Matpel Ekonomi SMAN 4 Cilegon * ©2016

Equilibrium Price

harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.

Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat.

Bank Indonesia

Bank Sentral bertanggung jawab atas kebijakan moneter di suatu negara, berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.

Indonesia Stock Exchange

Bursa Efek atau Bursa Saham adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek perusahaan yang sudah terdaftar di bursa itu.

Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Sabtu, 01 November 2014

Pengertian Pendapatan Nasional

Konsep Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional suatu negara merupakan salah satu tolak ukur kemakmuran negara. Pendapatan nasional juga dapat digunakan sebagai pembanding tingkat perekonomian dengan negara lain.

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional:
(1) Mengevaluasi kinerja perekonomian saat ini; (2) Mengukur perubahan perekonomian dari waktu ke waktu; (3) Membandingkan kinerja ekonomi antar sektor; (4) Memberikan indikator perbandingan kinerja ekonomi antar negara; (5) Memberikan indikator kualitas standar hidup suatu negara; (6) Memberikan indikator perbandingan kualitas standar hidup satu negara dengan negara lain; (7) Ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu; (8) Ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antarnegara dan wilayah.

Kamis, 11 September 2014

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang memiliki karakteristik sebagai berikut.
  1. Perusahaan dagang menjual produk berupa barang berwujud, antara lain barang jadi, barang setengah jadi, dan bahan baku (bahan mentah).
  2. Perusahaan dagang melakukan pengolahan atas barang dagang. Produk perusahaan dagang merupakan pembelian dari pihak lain.
  3. Perusahaan dagang memiliki aktivitas pokok sebagai berikut: (a) Pembelian Barang, (b) Penyimpanan Barang, (c) Penjualan Barang.

Rabu, 10 September 2014

Pengertian Inflasi

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Penyebab Inflasi:
  1. Inflasi disebabkan oleh sektor ekspor-impor; jika suatu negara lebih besar daripada impor, akan mengakibatkan terjadinya tekanan inflasi, tekanan inflasi terjadi karena bertambahnya jumlah uang yang beredar bertambah di dalam negeri sebagai akibat penerimaan devisa.
  2. Inflasi disebabkan oleh sektor penerimaan dan pengeluaran negara; pengeluaran pemerintah yang lebih besar dari pada penerimaannya akan menimbulkan tekanan inflasi.
  3. Inflasi disebabkan oleh sektor swasta; pengeluaran kredit yang besar untuk sektor swasta akan menyebabkan gejala inflasi.

Selasa, 09 September 2014

Peran Pelaku Kegiatan Ekonomi (Circular Flow) Dua Sektor, Tiga Sektor, Empat Sektor

Circular Flow Dua Sektor



Pelaku ekonomi pertama, yaitu rumah tangga konsumen berperan dalam menyediakan faktor produksi tenaga kerja, tanah, modal, dan enterpreneur di pasar faktor produksi kepada produsen. Sementara rumah tangga produsen berperan dalam mengombinasikan berbagai faktor produksi yang ditawarkan oleh rumah tangga konsumen untuk memproduksi barang dan jasa. Barang dan jasa yang diproduksi kemudian dijual kepada rumah tangga konsumen melalui pasar barang.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

Pengertian APBD:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam satu tahun anggaran. APBD merupakan rencana pelaksanaan semua pendapatan daerah dan semua belanja daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dalam tahun anggaran tertentu.

Menurut UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, APBD adalah daftar terperinci mengenai pendapatan dan pengeluaran daerah dalam satu tahun yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Menurut UU No. 23 tahun 2004 tentang Perwakilan Daerah, pasal 2 menyebutkan bahwa "Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing memiliki pemerintahan daerah". Dengan pembagian tersebut mempunyai arti bahwa APBD tingkat provinsi ditetapkan bersama antara Gubernur dengan DPRD tingkat I dan APBD tingkat Kabupaten/Kota ditetapkan bersama antara Bupati/Walikota dengan DPRD tingkat II sesuai dengan kebijakan otonomi daerah. APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) selambat-lambatnya satu bulan setelah ditetapkannya APBD.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Pengertian APBN:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun (1 Januari - 31 Desember). APBN, APBN perubahan, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-undang.

Landasan hukum APBN sebagai berikut:
  • Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 23 ayat (1) yang telah diamandemen menjadi Pasal 23 ayat (1), (2), dan (3).
  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Fungsi APBN:
  • Fungsi otorisasi
  • Fungsi perencanaan
  • Fungsi pengawasan
  • Fungsi alokasi
  • Fungsi distribusi
  • Fungsi stabilisasi

Minggu, 07 September 2014

Silabus dan RPP Ekonomi SMA Kurikulum 2013

Perangkat Ajar Ekonomi Kurikulum 2013 (download)
Untuk RPP belum tersedia

KD/KI Ekonomi SMA/MA 
Silabus Ekonomi Kelas X
Silabus Ekonomi Kelas XI 
Silabus Ekonomi Kelas XII  
Contoh RPP Ekonomi 

Kamis, 04 September 2014

Pembelajaran Ekonomi SMA pada Kurikulum 2013 (Video)

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu.

Yang mendasari kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah pendekatan ilmiah (saintific approach), walupun sebenarnya bukan hal yang baru, karena pendekatan ilmiah pada KBK sudah ada, namun istilahnya saja yang berbeda. Adapun ciri-ciri umumnya adalah kegiatan pembelajaran yang mengedepankan kegiatan-kegiatan proses yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menyimpulkan. 

Rabu, 03 September 2014

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

1. Sistem Ekonomi Liberal



Sistem Ekonomi Liberal atau biasa juga disebut sebagai Sistem Ekonomi Kapitalis, dan Sistem Ekonomi Pasar. Dalam Sistem Ekonomi ini pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar berdasarkan permintaan dan penawaran. Sistem Ekonomi Liberal didasarkan pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of NationAdam Smith menyatakan bahwa “perekonomian akan berjalan dengan baik apabila pengaturannya diserahkan kepada mekanisme pasar atau mekanisme harga”. Teori ini kemudian dikenal dengan sebutan The Invisible Hands. Sistem ekonomi pasar banyak dianut oleh negara-negara di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Senin, 25 Agustus 2014

Perbedaan Produk Domestik Bruto (GDP) dan Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) atau PDB merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional)


Minggu, 24 Agustus 2014

SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA (2) MASA KERAJAAN ISLAM –Sistem Ekonomi, Mata Uang, dan Perdagangan Internasional

Agama Islam turun sebagai wahyu Ilahi kepada Nabi Muhammad pada abad ke-7. Setelah Nabi Muhammad dan para sahabat wafat, penyiaran agama Islam diteruskan oleh para wali, ulama, dan tokoh-tokoh pejuang Islam dari satu tempat ke tempat lain. Akhirnya, agama Islam berkembang ke seluruh dunia dan pada abad ke-13 Islam mulai masuk ke Indonesia, setelah agama Hindu mengalami kemunduran.

Agama Islam masuk dan berkembang di Nusantara secara damai. Ada beberapa sumber sejarah mengenai masuknya Islam ke Nusantara.
  1. Abad ke-7 yang diberitakan dinasti Tang bahwa di Sriwijaya sudah ada perkampungan muslim yang mengadakan hubungan dagang dengan Cina.
  2. Abad ke-11 adanya makam Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 1028 di Leran, Gresik, Jawa Timur.
  3. Abad ke-13 tepatnya tahun 1292 Marcopolo mengunjungi Kerajaan Samudra Pasai.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Tahun ke Tahun (dalam grafik)

Perkembangan PDB, Pendapatan Per Kapita, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Klik Gambar untuk Melihat Grafik Lebih Besar!

Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan
(data diolah dari http://bps.go.id/)

Produk Domestik Bruto Per Kapita
(data diolah dari http://bps.go.id/)

Kamis, 09 Januari 2014

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Perusahaan Jasa adalah Perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa atau menjual jasa. Contoh perusahaan jasa meliputi: (a) Usaha Salon, (b) Bengkel Motor/Mobil, (c) Jasa Laundry, (d) Perusahaan Angkutan, (e) Jasa Pengacara, (f) Konsultan Pajak, Akuntan, Arsitektur, dll.

Seperti layaknya Perusahaan pada umumnya, siklus akuntansi perusahaan jasa diawali dari terjadinya (1) transaksi, dengan tindak lanjut menganalisis bukti transaksi, (2) mencatat ke dalam Jurnal Umum, (3) mengelompokkan ke dalam buku besar, (4) merangkum ke dalam neraca saldo, (5) mengikhtisarkan ke dalam kertas kerja, (6) menyajikan ke dalam Laporan Keuangan (Laba-Rugi, Lap. Perubahan Modal, Neraca)


neracamikrosolusi.wordpress.com