Blog ini merupakan Media online Matpel Ekonomi SMAN 4 Cilegon * ©2016

Rabu, 10 September 2014

Pengertian Inflasi

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Penyebab Inflasi:
  1. Inflasi disebabkan oleh sektor ekspor-impor; jika suatu negara lebih besar daripada impor, akan mengakibatkan terjadinya tekanan inflasi, tekanan inflasi terjadi karena bertambahnya jumlah uang yang beredar bertambah di dalam negeri sebagai akibat penerimaan devisa.
  2. Inflasi disebabkan oleh sektor penerimaan dan pengeluaran negara; pengeluaran pemerintah yang lebih besar dari pada penerimaannya akan menimbulkan tekanan inflasi.
  3. Inflasi disebabkan oleh sektor swasta; pengeluaran kredit yang besar untuk sektor swasta akan menyebabkan gejala inflasi.
Pengelompokan Inflasi

Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :

  1. Kelompok Bahan Makanan
  2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
  3. Kelompok Perumahan
  4. Kelompok Sandang
  5. Kelompok Kesehatan
  6. Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
  7. Kelompok Transportasi dan Komunikasi.

Jenis-Jenis Inflasi
  • Menurut tingkat keparahan; (1) Inflasi Ringan di bawah 10% setahun, (2) Inflasi sedang antara 10-30% setahun, (3) Inflasi Berat antara 30-100% setahun, (4) Hyper Inflasi di atas 100% setahun
  • Menurut penyebab awal inflasi; (1) Demand Pull Inflation (disebabkan permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat), (2) Cost Push Inflation (timbul karena kenaikan ongkos produksi secara terus-menerus), (3) Inflasi Permintaan dan Penawaran (permintaan yang tinggi tidak diimbangi tersedianya barang yang cukup)
Cara Pengendalian Inflasi

(1) Kebijakan Moneter
  • Politik diskonto; mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga kredit
  • Operasi pasar terbuka; mengurangi jumlah uang beredar dengan menjual Sertifikat Bank Indonesia
  • Menaikkan cadangan kas bagi bank umum
  • Kredit selektif
  • Politik sanering
(2) Kebijakan Fiskal
  • Menaikkan tarif pajak
  • Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah
  • Mengadakan pinjaman pemerintah (mis: memotong gaji PNS 10% untuk ditabung ~ pada masa orde lama)

Inflasi dari 2011 - Ags 2014
(klik gambar untuk memperjelas)

























Pustaka:
Ekonomi SMA/MA kelas XI Masmedia
http://www.bi.go.id/
http://www.bps.go.id/


facebook
0 blogger

0 komentar:

Posting Komentar